Pariwisata

Workshop ini menghadirkan dua narasumber yaitu Andi Putranto, S.S., M. Sc. (Aksiologi Ilmu Arkeologi, Dosen Ilmu Arkeologi FIB Universitas Gadjah Mada Yogyakarta), yang mengupas mengenai Borobudur Landscape, baik Landscape (Bentang Lahan), Landscape Archaeology, maupun Cultural Landscape.(foto: ist)

BISNIS-YUK.COM:  Upaya PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko atau TWC untuk mendukung pengembangan pariwisata Candi Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas terus dilakukan. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengembangkan Interpretive Product berbasis Education Value.

Dalam rangka pendalaman konten edukasi menuju Interpretive Product tersebut, TWC menyelenggarakan Workshop Pendalaman Materi Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Pawon di Avadhana Hall, Manohara Hotel, kompleks Taman Wisata Candi Borobudur.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber yaitu Andi Putranto, S.S., M. Sc. (Aksiologi Ilmu Arkeologi, Dosen Ilmu Arkeologi FIB Universitas Gadjah Mada Yogyakarta), yang mengupas mengenai Borobudur Landscape, baik Landscape (Bentang Lahan), Landscape Archaeology, maupun Cultural Landscape.

Narasumber kedua yaitu Drs. Handaka Vijjananda, Apt., yang merupakan pendiri Ehipassiko Foundation sekaligus Penulis Cerita Relief Borobudur. Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan materi mengenai Ikonografi Relief Tri Candi.

Marketing & Sales Vice President TWC, Pujo Suwarno mengatakan bahwa tujuan dari penyelenggaraan Workshop ini adalah dalam rangka memperkaya materi konten edukasi menuju Quality Tourism and Sustainability Tourism Candi Borobudur.

“Candi Borobudur ini magnetnya sangat luar biasa. Sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas, hal ini menjadi sebuah motivator bagi TWC untuk mengembangkan Interpretive Product berbasis Education Value,” katanya, Minggu (02/05/2021).

Lebih lanjut, Pujo mengatakan bahwa para peserta Workshop ini adalah para pelaku wisata sekitar Borobudur, komunitas Kita Muda Kreatif (mitra binaan UNESCO), para pelukis Borobudur dan internal TWC yang banyak berinteraksi dengan pengunjung.

Candi Borobudur merupakan sebuah perpustakaan besar yang menyimpan begitu banyak narasi terkait sejarah, falsafah kehidupan. Hal inilah yang ingin disampaikan kepada masyarakat melalui ragam Interpretive Product yang sedang kami bentuk, yang kami kolaborasikan dengan Local Power kawasan Borobudur, menuju pariwisata berkelanjutan (Sustainability Tourism).

“Untuk itu kami menggandeng rekan-rekan pelaku wisata untuk bersinergi guna mewujudkan Quality Tourism Borobudur,” jelasnya.

Andreas, salah satu peserta menyampaikan bahwa Workshop ini memberikan tambahan wawasan tentang Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Pawon.

“Sangat bermanfaat bagi kami karena memberikan gambaran yang lebih jelas tentang relief-relief yang ada didalamnya. Narasumber mengupas relief-relief candi dengan interpretasi yang sangat mudah dipahami, sehingga bisa dijadikan bahan storytelling yang lebih kaya dan menarik buat kami para pemandu. Kami merasa sangat beruntung diberikan kesempatan mengikuti acara ini,” ujarnya.(desi/png)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + seven =

Most Popular

To Top