Properti

Bagaimana Pengembang Menentukan Harga Jual Produknya?

Kalangan pengembang mematok harga jual untuk produk propertinya baik itu perumahan, apartemen, perkantoran, ruko, kios, dan sebagainya tentunya dengan berbagai pertimbangan. Satu hal yang pasti, segmen harga yang ditetapkan pastinya harus cocok dan bisa terserap oleh segmen market yang disasar tersebut.

Sebagai masyarakat konsumen, kebanyakan kita tidak mengetahui apa saja unsur-unsur yang akhirnya membentuk harga dan ditawarkan kepada kita. Bahkan, adakalanya properti yang ditawarkan dalam jenis yang relatif sama, di lokasi cukup berdekatan namun dengan harga yang jauh berbeda.

Menurut Stevie Faverius Jaya, Sales & Marketing Associate Director South City (55 ha), proyek mixed–use development (rumah, apartemen, ruko, dan lainnya) di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Ada banyak faktor yang menjadi landasan untuk menentukan pricing sebuah produk.

“Salah satu faktor utama yang akan menentukan harga sebuah produk properti adalah lahan. Semakin strategis lahan atau sarana maupun fasilitasnya semakin lengkap maka harga lahan akan semakin tinggi dan itu akan sangat berpengaruh terhadap harga sebuah produk properti di mana lahan menjadi bahan baku utamanya. Selain itu tentunya bahan material yang dipakai, fasilitas yang disediakan, dan banyak lagi,” jelasnya.

Secara umum, kalangan pengembang akan melihat harga produk properti sejenis di sekitaran lokasi yang akan dikembangkannya. Stevie memberikan ilustrasi seperti restoran Padang yang bisa berada di dalam lokasi yang berdekatan. Untuk satu porsi rendang seharga sepuluh ribu per potong misalnya, pengembang bisa mengeluarkan produk di harga yang lebih rendah atau lebih tinggi dari sepuluh ribu itu tergantung nilai lebih apa yang akan ditawarkan.

Kalau pengembang memutuskan mengeluarkan harga yang lebih tinggi, harus ada nilai lebih yang ditawarkan dari produk yang sama di lokasi tersebut. Misalnya konsep apa yang akan dihadirkan, fasilitas apa saja yang disediakan, semuanya akan berpengaruh dan menentukan harga jual yang dikeluarkan.

Skala luasan proyek dan kapan pembebasan lahan untuk proyek tersebut dilakukan juga berpengaruh. Pengembang yang telah melakukan akuisisi lahannya cukup lama dan artinya mendapatkan harga yang murah akan lebih leluasa menentukan harga jual. Sementara pengembang yang membeli lahan di lokasi yang sudah berkembang, dipastikan tidak akan bisa membuat produk yang lebih murah karena harga beli lahannya sudah tinggi.

“Selain itu tentu masih banyak faktor teknis lainnya yang akan menentukan harga sebuah produk yang hendak kita pasarkan. Ada banyak pertimbangan juga seperti konsep pengembangan yang kita lakukan apakah benar-benar baru dan belum ada di pasar, bagaimana dengan potensi dari populasi dan daya beli masyarakat, dan sebagainya. Kalau ada pengembang yang bisa menjual produk murah dibandingkan produk sejenis, biasanya dia akuisisi lahannya cukup murah dan dia tidak mengambil untung banyak dari sisi lahannya,” beber Stevie.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 4 =

Populer

To Top