Sembako

Di Tengah Tanggap Darurat COVID-19 Kemendag Pastikan Harga dan Pasokan Bapok Terkendali

Kemendag Pastikan Harga dan Pasokan Bapok Terkendali

BISNIS, YUK (26/3/2020) – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan
(Kemendag) Suhanto menyatakan pemerintah pusat terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga
dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di tengah keadaan sulit saat ini karena mewabahnya virus
corona (COVID-19) di Indonesia. Hal ini disampaikan Dirjen Suhanto saat memberikan keterangan pers di
Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Pusat, pada Rabu (25/3).
“Dalam kondisi sulit atau darurat COVID-19 saat ini, Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan
permintaan dan pasokan bapok sebagaimana selalu ditekankan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto
sebagai penjabaran arahan Presiden Jokowi. Untuk itu, diharapkan dukungan dan peran serta dari
seluruh pemangku kepentingan, agar langkah-langkah Kemendag dalam menjaga stabilisasi harga dan
ketersediaan barang kebutuhan pokok dapat berjalan dengan baik,” ujar Dirjen Suhanto.
Berdasarkan pantauan Kemendag pada 24 Maret 2020, harga rata-rata nasional untuk beras, minyak
goreng, tepung terigu, kedelai, daging sapi, telur ayam ras, dan bawang merah umumnya relatif stabil.
Sementara itu daging ayam ras, cabe merah keriting, dan cabe merah besar harganya turun dibandingkan
bulan sebelumnya. Hanya bawang putih yang belum turun secara signifikan.
Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu gula pasir dan cabe rawit merah. Gula pasir
naik 23,4 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi Rp17.781/kg atau 42,25 persen di atas Harga
Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp12.500/kg. Sedangkan cabe rawit merah naik 8,45 persen menjadi
Rp48.500/kg dibandingkan bulan sebelumnya.
“Secara umum kondisi pasokan bapok cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan puasa di bulan
Ramadhan dan Idul Fitri 2020. Khusus untuk bawang putih dan gula pasir, saat ini sedang diupayakan
ada penambahan stok melalui importir dan penugasan BUMN,” ungkap Suhanto.
Suhanto menyampaikan, Pemerintah telah melakukan beberapa langkah dalam menjaga ketersediaan
barang kebutuhan pokok. Untuk komoditas bawang putih, Kemendag telah menyetujui Persetujuan
Impor (PI) sekitar 150 ribu ton dan sudah terlaksana 11 ribu ton pada 19 Maret 2020.
Selain itu, dalam mempercepat izin impor untuk menambah pasokan di dalam negeri, Kemendag telah
menerbitkan Permendag Nomor 27 Tahun 2020. Intinya dalam Permendag ini komoditas bawang putih
dan bawang bombay tidak lagi memerlukan Persetujuan Impor (PI) dan Laporan Surveyor (LS) dalam
proses importasi yang berlaku hingga 31 Mei 2020.
“Kemendag dan Satgas Pangan juga melakukan pemantauan ke seluruh gudang importir untuk
memastikan tidak ada perusahaan yang melakukan penimbunan dan memanfaatkan situasi seperti saat
ini, serta terus melakukan pengawasan secara intensif. Pihak-pihak yang melanggar aturan yang telah
ditetapkan, tentu akan ditindak tegas,” jelas Suhanto.
Sementara itu, untuk komoditas gula pasir, Kemendag telah menjamin ketersediaan stok gula pasir dan
diperkirakan siap dipasarkan awal April 2020. Selain itu, Kemendag juga akan menyediakan pemenuhan
kebutuhan gula konsumsi bagi masyarakat selama empat bulan ke depan sampai Juni 2020.
Dalam kesempatan ini, Suhanto menambahkan, untuk mengurangi penyebaran COVID-19 di Indonesia,
Pemerintah kembali mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak melakukan panic buying, dan
bersama-sama menjaga situasi di lingkungan masing-masing.
“Lakukan aktivitas di rumah, namun bila harus ke luar rumah jaga physical distancing. Kita juga harus
menjaga kesehatan dan hygienis,” imbau Dirjen Suhanto.
Suhanto juga berharap, kerja sama dengan media dalam membuat pemberitaan dapat menjadikan
masyarakat tenang, serta tidak melakukan panic buying. “Dalam kondisi darurat wabah virus corona saat
ini, memang diperlukan perhatian dan peran serta semua pemangku kepentingan,” pungkas Suhanto.(editor: eva, sumber: humaskemendag, foto:brilio.net)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × three =

Most Popular

To Top