Pemerintahan

Dorong Eksplorasi Penguatan Hubungan Indonesia-Amerika Latin dan Karibia, Kemlu Selenggarakan Ina-LAC Policy Dialogue

Berdasarkan data lapor diri KBRI Phnom Penh, tercatat keempat belas mahasiswa/i tersebut berasal dari kota Cirebon sebanyak 8 orang, Bandung sebanyak 5 orang, dan Lampung sebanyak 1 orang.(foto: ist)

BISNIS-YUK.COM (09/12/2020) – ​Kementerian Luar Negeri pada tanggal 7 Desember 2020 menyelenggarakan kegiatan “Policy Dialogue on Enhancing Indonesia – Latin America and the Caribbean Relations 2021″ yang diselenggarakan di Jakarta. Pertemuan yang digelar secara presensial dan virtual ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang diselenggarakan Desember tahun lalu di Bali.

Pertemuan dimaksudkan untuk evaluasi hubungan bilateral dan berbagai kegiatan kerja sama yang telah dilakukan antara Indonesia dengan negara-negara kawasan Amerika Latin dan Karibia, termasuk Indonesia Latin America and the Caribbean (Ina-LAC) Business Forum tanggal 9-11 November 2020 yang lalu. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan koordinasi dan menindaklanjuti kerja sama konkrit antara Ditjen Amerop dan seluruh Kedutaan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar) di Indonesia dalam berbagai isu pada tahun depan.

Pertemuan ini dihadiri oleh 10 (sepuluh) Duta Besar Amlatkar yaitu dari Argentina, Brasil, Chile, Ekuador, Kolombia, Kosta Rika, Meksiko, Panama, Peru, Venezuela, serta 3 (tiga) perwakilan dari Kedubes Kuba, Suriname dan Uruguay. Kegiatan tersebut juga dihadiri secara virtual oleh Duta Besar RI untuk Brasil, Meksiko, Panama dan Suriname, serta jajaran di 11 (sebelas) Perwakilan RI di kawasan Amlatkar.

Ina-LAC Policy Dialogue dibuka dengan sambutan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu Ngurah Swajaya, yang menyampaikan capaian peningkatan hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara Amlatkar, serta kegiatan dan target yang ingin dicapai pada tahun 2021.

Peningkatan hubungan bilateral tersebut dibuktikan antara lain melalui peningkatan nilai perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut yang pada periode Januari-September 2020 mencapai 6,2 miliar Dollar AS, meningkat 4,98% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, ditandatanganinya berbagai perjanjian antar Pemerintah dan swasta pada tahun 2020 juga menjadi gambaran meningkatnya hubungan Indonesia dengan kawasan dimaksud.

Pertemuan juga diisi dengan presentasi oleh Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Amerika dan Pasifik Kemenko Perekonomian Irwan Sinaga, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Internasional Shinta W Kamdani, dan Kepala BPPK Kemlu Siswo Pramono. Dalam pertemuan juga dilakukan presentasi mengenai Ina-LAC Digital Platform oleh Direktorat Amerika II Kemlu.

Berbagai isu yang menjadi topik diskusi dengan para Dubes negara Amlatkar dan Dubes RI antara lain Omnibus Law (UU Cipta Kerja), penguatan kerja sama pengusaha Indonesia dengan Amlatkar melalui ekonomi digital, potensi peningkatan perdagangan, penyelesaian perjanjian bilateral yang pending termasuk di bidang perdagangan, hambatan non-tarif dan prosedur impor di Indonesia untuk produk pertanian serta perikanan, serta sertifikasi halal.

Dalam kaitan ini para Dubes Amlatkar juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Ina-LAC Business Forum 2020 yang lalu dan menyampaikan komitmen untuk bekerja sama lebih erat lagi di tahun 2021, terutama dalam rangka pembangunan dan pemulihan dampak pandemi COVID-19.(kemlu/ask)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − four =

To Top