Keuangan

Lawan Virus Corona, Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Global Bersama Negara Anggota G20

BISNIS, YUK (2/4/2020) – Menghadapi tantangan besar yang ditimbulkan oleh merebaknya virus
Corona (COVID-19), Indonesia siap berkontribusi melalui kolaborasi global. Hal ini disampaikan
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Jakarta saat berpartisipasi pada Pertemuan Luar Biasa
Tingkat Menteri Perdagangan Negara-negara G20 mengenai pandemi global COVID-19, yang
dilakukan secara virtual, Senin (30/3) malam. Pertemuan virtual para Menteri Perdagangan G20
tersebut digagas oleh Arab Saudi sebagai Presidensi G20 tahun 2020.
Pertemuan Tingkat Menteri Perdagangan ini menghasilkan kesepakatan mengenai pentingnya G20
untuk memberikan sinyal kepercayaan yang kuat terhadap perekonomian global di tengah pandemic
COVID-19, dengan menjaga tetap mengalirnya arus barang dan jasa, terutama pasokan obat-obatan
vital.
Menteri Agus menjelaskan, kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari mandat yang ditugaskan
oleh para pemimpin G20 pada Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT LB) G20. Sebelumnya,
Presiden Joko Widodo telah mengikuti KTT LB G20 terkait COVID-19 yang diselenggarakan secara
virtual pada 26 Maret 2020.
“Kesepakatan ini merupakan respon cepat dari G20 terhadap pandemi global COVID-19 dengan
menjamin kelancaran arus barang dan jasa melalui upaya bersama dalam memitigasi dampak
COVID-19 terhadap kegiatan perdagangan internasional,” jelas Mendag dalam keterangan tertulis.
Sebelumnya, para pemimpin G20 telah memberikan mandat kepada para Menteri Perdagangan
untuk memastikan suplai peralatan medis dan produk pertanian pokok, menjaga rantai pasok global,
dan menghindari disrupsi perdagangan. Para Menteri Perdagangan juga diminta untuk segera
mengkaji dampak pandemi COVID-19 di bidang perdagangan; menciptakan iklim perdagangan dan
investasi yang bebas, adil, tidak diskriminatif, dapat diprediksi dan stabil; serta untuk terus membuka
pasar.
Pemerintah Indonesia sendiri terus melakukan upaya-upaya untuk mengatasi dampak pandemi
melalui paket stimulus kebijakan fiskal maupun nonfiskal. Di sektor perdagangan, relaksasi kebijakan
dilakukan untuk menyederhanakan dan mempercepat aktivitas ekspor impor, menghapus hambatan
perdagangan yang tidak diperlukan, dan meningkatkan efisiensi logistik nasional.
“Hal utama adalah untuk memastikan kelancaran arus barang dan jasa lintas batas, terutama untuk
pasokan medis yang vital dan produk pertanian yang penting. Kemendag di bawah koordinasi
Kemenko Perekonomian berkomitmen meluncurkan paket stimulus berikutnya untuk mengatasi
dampak pandemi COVID-19,” tutur Mendag Agus.
Dalam pembahasan ini, Menteri Perdagangan menyampaikan pentingnya kerja sama global untuk
menangani dampak ekonomi COVID-19, mengingat terdapatnya keterkaitan (interconnectedness)
dan pada saat yang sama kerentanan (vulnerabilities) ekonomi global saat ini. Kepemimpinan G20
dalam mengembalikan kepercayaan terhadap perekonomian global dan melanjutkan perdagangan
internasional menjadi hal yang sangat diperlukan saat ini.
“Harus diakui wabah corona jadi tantangan global yang semakin sulit untuk ditangani secara
individual, kita tidak memiliki pilihan kecuali berkolaborasi secara global,” tegas Mendag.
Sekilas Mengenai G20
G20 merupakan forum sentral untuk kerja sama internasional mengenai isu keuangan dan ekonomi
dan merupakan arena internasional utama untuk pendekatan tata kelola ekonomi global. Forum G20
yang beranggotakan 19 negara dan Uni Eropa ini mengedepankan dialog untuk membangun
komitmen politik para pemimpin G20 memiliki “sinyal kuat” dalam menyelesaikan berbagai
tantangan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian global.
Awalnya G20 dibentuk untuk membahas kerja sama ekonomi global sebagai forum penyelesaian
masalah (seperti krisis ekonomi) dan agenda untuk membantu pertumbuhan global. Dengan
kekuatan politis yang ada, pembahasan isu G20 semakin berkembang menjadi isu-isu nonfinansial
yang berdampak secara global. Saat ini, Arab Saudi memegang keketuaan G20 setelah sebelumnya
dijabat Jepang. Presidensi G20 selanjutnya secara berturut-turut akan dipegang oleh Italia (2021),
India (2022), dan Indonesia (2023).(editor: eva, sumber: humaskemendag, foto: ist)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + five =

Populer

To Top