Pariwisata

Menparekraf Berharap TWA Angke Kapuk Jadi Destinasi yang Menyejahterakan Masyarakat Sekitar

Menparekraf Berharap TWA Angke Kapuk Jadi Destinasi yang Menyejahterakan Masyarakat Sekitar
Sebagai lokasi yang bertujuan untuk konservasi lingkungan hidup, TWA Mangrove yang sudah ada sejak 1997 ini juga dapat menjadi solusi dalam hal kesejahteraan masyarakat.(foto: ist)

BISNIS-YUK.COM (2/3/2021) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berharap Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove Angke Kapuk, Jakarta Utara, menjadi destinasi wisata favorit yang mampu mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Sandiaga juga ingin agar TWA Mangrove Angke Kapuk dapat berkolaborasi dengan pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta Utara yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19.

Dalam acara Art & Music Discussion dengan tema “Berkarya Bersama Alam” di TWA Mangrove Angke Kapuk, Minggu (28/2/2021), Sandiaga mengatakan sepanjang tahun 2020, ada sekitar 2 juta orang yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19. Sehingga, pemerintah pun banyak merancang program-program padat karya untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Community based creative tourism seperti TWA ini kita padu padankan dengan beberapa program pemerintah. Supaya membuka peluang kerja bagi masyarakat sekarang yang sangat membutuhkan,” kata Sandiaga.

Menurut Sandiaga, sebagai lokasi yang bertujuan untuk konservasi lingkungan hidup, TWA Mangrove yang sudah ada sejak 1997 ini juga dapat menjadi solusi dalam hal kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin spot-spot seperti ini bisa memberikan salah satu solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jadi bukan hanya dari lingkungan hidup saja yang kita amankan, lestarikan tapi juga kita pastikan ini membuka banyak lapangan kerja,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari, menambahkan, perlu ada narasi yang kuat dalam mempromosikan TWA mangrove ini sebagai salah satu destinasi wisata alam. Mengingat pascapandemi COVID-19, tren wisata berbasis alam menjadi pilihan bagi turis untuk berwisata.

“Selama ini kelemahan kita adalah tidak menceritakan destinasi wisata. Padahal, dengan menceritakan destinasi wisata tersebut bisa menarik kedatangan wisatawan. Jadi story telling destinasi wisata ini perlu diperkuat,” kata Hari.

Sementara, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam, menuturkan konten digital juga memiliki peran penting untuk menarik kedatangan wisatawan ke suatu destinasi wisata. “Promo yang menarik lewat konten digital itu juga produk kreatif, di mana teman-teman yang hadir di sini bisa berkreasi membuat suatu konten yang bagus untuk mempromosikan tempat seperti ini,” ucap Neil.

Selain Sandiaga, Hari, dan Neil, acara ini juga dihadiri oleh Direktur Pengembangan Destinasi Regional I

Kemenparekraf/Baparekraf, Oni Yulfian; Direktur Industri Musik, Seni, Pertunjukan dan Penerbitan Kemenparekraf/Baparekraf, Mohammad Amin; serta Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim. Menparekraf Sandiaga juga menyempatkan diri berkeliling lokasi TWA Mangrove ini dan memberikan sentuhan akhir pada mural karya mahasiswa Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB).(sani/png)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + nine =

Most Popular

To Top